September 2009 menjadi bulan kelabu bagi sebagian besar warga Tasikmalaya, dimana saat itu telah terjadi gempa dengan kekuatan yang besar sehingga merusak dan menghancurkan rumah warga.
kejadian tersebut tentu saja mengundang perhatian publik, bahkan bantuan pun mengalir dari berbagai penjuru Indonesia. Tak berbeda dengan masyarakat Umum pemerintah pun mengucurkan dana bantuan untuk meringankan beban para penduduk khususnya Tasikmalaya.
bantuan yang turun berfariasi berdasarkan tingkat kerusakan yang timbul akiba dari bencana alam tersebut. dalam prakteknya penyaluran dana gempa justru menimbulkan masalah, mulai dari tidak tepatnya sasaran sampai dengan pemotongan bantuan. beberapa saat yang lalu pihak kejaksaan sudah melakukan pemeriksaan dan dalam media Kajari Singaparna menyebutkan bahwa dalam penyaluran dana tersebut tidak ada masalah.
berbeda dengan pernyataan pejabat kejaksaan kejadian nyata di lapangan pemotongan tersebut sungguh-sunguh terjadi, bahkan upaya Kolusi dan Korupsi pun diduga terjadi dalam penyaluran dana bansos tersebut.
aksi masyarakat untuk menuntut kejelasan dan pemerataan terjadi di beberapa Desa di wilayah kabupaen Tasikmalaya, hal ini menunjukan bahwa benar penyaluran ini ada masalah.
untuk itu Koalisi Mahasiswa & Rakyat Tasikmalayaberinisiatif untuk mempertanyakan kepada pihak kejaksaan Negeri Sigaparna tentang penanganan dan penyelidikan kasus dana bantuan sosial gempa tersebut. rencananya KMRT akan menggelar aksi didepan Kejaksaan Negeri Singaparna pada hari selasa 16 Pebruari 2010 pkul 10.00 WIB.
kami dari KMRT juga mendorong dan menyarankan kepada masyarakat yang merasakan ketidakadilan dalam proses pemberian dana bantuan gempa untuk bergerak bersama-sama bersama KMRT sehingga pada akhirnya masyarakat akan memperoleh keadilan.