TEMPO Interaktif, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi AntiKorupsi Pendidikan (KAKP) pada Senin (1/3) siang mendatangi Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendesak pengusutan tuntas dugaan korupsi di SMPN 28 Jakarta Pusat dan SDN Percontohan Kompleks UNJ

Potensi kerugian uang negara akibat praktek korupsi di kedua sekolah itu mencapai ratusan juta rupiah. Di SDN Percontohan Kompleks UNJ, menurut Febri Hendri dari ICW, korupsi ditengarai ada dalam aliran dana block grant Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), yang diberikan negara dalam rangka perubahan status sekolah itu, dari taraf nasional ke internasional. “Kerugian negara sekitar Rp 150 juta dari dana block grant RSBI itu,” kata Febri.

Sedangkan di SMPN 28 Jakarta Pusat, indikasi korupsinya sekitar Rp 390 juta. Nilai itu diperoleh dari selisih dana yang diberikan SMPN 28 kepada Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) Johar Baru, dengan dana yang diterima SMPN 28 dari Dinas Pendidikan.

Baik ICW maupun KAKP, menuntut inspektorat mengawasi dan memeriksa laporan keuangan sekolah, karena pihaknya menduga ada sekolah lain yang juga melakukan korupsi. “Indikasinya, mereka (kepala sekolah) menghindari pemeriksaan karena mereka memanipulasi laporan keuangan,” ujar Febri.

Kepala Inspektorat Sukesti Martono tak datang ke kantornya untuk menerima ICW dan KAKP. Saat dihubungi, ia mengatakan belum tahu kapan pihaknya akan memulai pemeriksaan ke sekolah yang dilaporkan. “Kami pelajari dulu laporan ICW,” kata Sukesti.

ISMA SAVITRI
sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/03/01/brk,20100301-228961,id.html