Kasus Dugaan Korupsi DAK 2010 Kota Tasikmalaya

TASIK, (KP).-
Karena hanya dua orang rekanan dan penerbit yang hadir dalam pemanggilan pertama proses meminta keterangan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya pekan lalu, Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Tasikmalaya, Ubaydillah akan melayangkan surat panggilan kedua terhadap 19 rekanan dan penerbit yang mengikuti lelang proyek senilai Rp 8,4 M tersebut.


“Kemarin hanya dua yang datang. Ada salah seorang yang mengaku perwakilan dari beberapa rekanan dan penerbit. Kita tidak bisa terima begitu saja, karena pemimpinnya yang perlu kita gali keterangannya,” ujar Ubaydillah ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/3).
Pemanggilan ke 19 rekanan dan penerbit ini, kata dia, sangat penting. Karena untuk memperdalam kasus yang ditangani sejak tahun kemarin. Dari beberapa fakta yang terungkap dari berbagai keterangan ini juga, indikasi ada tersangka baru cukup kuat. “Ada kemungkinan tersangka baru, makanya keterangan dari mereka sangat penting. Bisa dari perannya maupun wewenang dari orang tersebut,” katanya.
“Jika dalam panggilan kedua ini mereka tidak hadir, bisa dikenai sanksi pidana karena dinilai menghambat penyidikan. Alternatif terakhir, kita akan menjemput paksa mereka,” katanya menegaskan.
Pemberkasan kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya ini pula, lanjut dia, hampir rampung. Setelah pemeriksaan ke-19 rekanan dan penerbit ini selesai, akan dilanjutkan dengan memeriksa para tersangka. “Data sudah 80 persen yang masuk, tinggal memeriksa para tersangka. Tidak akan lama lagi kita akan limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ujar Ubay.
Seperti diketahui sebelumnya, Kejari Kota Tasikmalaya sendiri telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus korupsi Dana Alokasi Khusus di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya. Dalam proyek DAK Pendidikan tahun 2010 tersebut ada beberapa ketidaksesuaian antara tender dengan hasilnya. Di antaranya datangnya barang tidak tepat waktu atau melebihi jatuh tempo. Inu***

Author : Moch. Ridwan

Sumber: http://www.kabar-priangan.com/news/detail/3787