TASIKMALAYA, (PRLM).- Kantor Wali Kota atau Bale Kota Tasikmalaya rawan pengklaiman tanah. Hingga delapan tahun pasca pembangunan pada 2004 lalu ternyata pemerintah kota belum mengantongi sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat. Padahal untuk memperoleh sertifikat tanah biasanya dapat rampung dalam waktu tiga bulan.

Tanah seluas 62.000 m2 itu sampai kapan pun tidak pernah mempunyai sertifikat tanah. Pasalnya, pemerintah maupun pengembang yang terlibat dalam pembangunan kantor tersebut pada delapan tahun uang lalu tidak melalui tahapan penentuan lokasi (penlok) sebelum pembangunan. Adapun penlok tanah pemerintahan merupakan salah satu syarat dikeluarkannya sertifikat oleh BPN.

Hal itu mengemuka ketika Wali Kota Tasikmalaya, Syarif Hidayat menerima massa dari Koalisi Mahasiswa Dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) di Ruang Rapat Walikota, Bale Kota Tasikmalaya, di Jln. letnan Harun No 1, Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (18/7/12).

Awalnya, massa meminta kejelasan kepada pemerintah terkait dengan kejelasan mengenai luas lahan kantor tersebut. Mereka mempermasalahkan batas wilayah luas Bale Kota yang terdapat dua versi yaitu bahwa luas wilayahnya hanya sesuai dengan wilayah yang dipagari saja, dan versi kedua bahwa luas wilayah tanah milik pemkot hingga batas pos polisi Bungursari.

Opay Hambali, presidium KMRT mengatakan, pihaknya merasakan ada kejanggalan dalam masalah tersebut. Hal itu terutama pada masalah pengadaan tanah yang disinyalir terjadi penyelewengan sehingga membuat sertifikat dari BPN tak kunjung turun. Pihaknya pun meminta agar dilakukan pengukuran ulang terhadap luas wilayah kantor tersebut.

Hanafi, Kabag Aset menambahkan, untuk luas wilayah kantor walikota yang benar yaitu seluas 6,2 hektare sesuai dengan peta yang ada dengan dibatasi oleh pagar pembatas yang sekarang ini terbangun. Saat itu pemkot membebaskan tanah seluas 5,7 hektare sisanya merupakan tanah carik desa.

Pihaknya mendukung pengukuran ulang itu dengan melibattkan BPN dan KMRT ikut menyaksikan dan mencatatnya. (A-183/A-88)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/196532