TASIKMALAYA (bisnis-jabar.com) – Sejumlah Mahasiswa tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Rakyat Tasikmalaya (KMRT) menggelar aksi damai di Halaman Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (18/7). Mereka meminta pertanggungjawaban pemerintah Kota Tasikmalaya terkait tanah Bale Kota Tasikmalaya yang sudah dibangun selama 8 tahun, namun belum memiliki sertifikat tanah.

“Lahan tersebut seluas 62.000 m2, dibeli tahun 2004 seharga Rp8,2 miliar dengan harga jual perbata Rp1,85 juta. Ini bermasalah hingga belum memiliki sertifikat. Padahal digukana pemerintah kota,” kata Opay Hambali Presiden KMRT.

Lanjut dia, batas lahan tanah pemkot seharusnya, sampai Pos Polisi Bungursari, tepatnya dekat stopan lampu merah Rangcabanggo. Namun tanah sudah terpotong jalan Letnan Harun. Pemkot kata dia, harus bertanggungjawab, siapa di balik masalah tersebut. “Padahal dalam waktu normal, BPN sudah dapat menerbitkan sertifikat tanah dalam waktu tiga bulan,” katanya.

Sementara, Wali Kota Tasikmalaya Syarif Hidayat turut menyayangkan kondisi dan dia tidak mau disalahkan. Sebab pembangunan gedung tersebut katanya, berdasarakan kebijakan wali kota sebelum dia, Bubun Bunyamin. “Siapa yang harus tanggung jawab dalam masalah ini? Jangan salahkan saya dan pemkot. Waktu itu, pengerjaan gedung dilakukan oleh pihak CV,” ungkapnya.(k55/yri)

 

Sumber : http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/duh-tanah-bale-kota-tasik-tak-bersertifikat