Kejaksaan Menjamin tak Ada Kasus yang

Diendapkan



Empat Kasus Korupsi dalam Penyidikan

CIPEDES, (KP).-
Empat kasus korupsi yang terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya sudah masuk dalam tahap penyidikan pihak Kejaksaan Negeri Tasikmalaya.
Untuk bisa menaikan kasus tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, pihak Kejaksaan masih harus menunggu hasil audit yang dilakukan pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan.
“Masih ada yang harus dilengkapi, salah satunya menunggu turunnya BPKP ke sini,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Eman Sungkawa, Kamis (6/12).
Kasus yang sedang ditangani dan sudah masuk pada tahap Penyidikan tersebut di antaranya, kasus dugaan korupsi Hibah Gapoktan dengan tersangka (IW), dugaan korupsi dana bimbingan teknis (Bimtek) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) tahun 2010 dengan tersangka mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsos Naker) (AW) dan mantan pejabat sebelumnya (RB).
Kasus lainnya adalah dugaan korupsi Bulog dengan tersangka Kepala Bulog Mangkubumi (SD) dan ahli timbangnnya serta Kasus Dana Alokasi Khusus di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tahun 2010 dengan tersangka dua pejabat Dinas Pendidikan.
Dijelaskan Eman, kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada awal tahun 2013 mendatang. “Mudah-mudahan awal tahun depan sudah kita limpahkan ke Pengadilan,” katanya.
Sejauh ini, pihak Kejaksaan terus melengkapi kekurangan-kekurangan dalan penyelesaian empat kasus tersebut. Eman menjamin, tidak akan ada kasus yang sedang ditangani Kejaksaan diendapkan atau dipeti-eskan.
Ia juga menjelaskan, akan terus mengungkap kasus tindak korupsi yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya, meskipun kejadianya sudah lama, selama masih belum 20 tahun.
“Korupsi itu tidak akan gugur selama belum 20 tahun. Ini merupakan bom waktu, meskipun pejabatnya sudah pensiun ketika kasusnya muncul bisa ditindaklanjuti,” katanya lagi.
Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Siliwangi, Rifqi Taufiq Sidiq menilai Kejaksaan lamban dalam menyelesaikan kasus yang ditanganinya.
Mestinya, kinerja Kejaksaan bisa dimaksimalkan untuk segera menyelesaikan kasus dengan cepat serta menggali dugaan-dugaan korupsi lainya yang terjadi di Kota Tasikmalaya.
“Jangan pernah takut pada intervensi dari siapapun. Kejaksaan harus berani mengungkap kasus-kasus korupsi di Kota santri ini,” katanya. E-20***

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/news/detail/7262