Sumber : detikBandung » News Bandung

Rabu, 19/12/2012 13:14 WIB
Demo Mahasiswa Tasik di Kejati Diwarnai Bentrok dengan Polisi
Tya Eka Yulianti – detikBandung


Bandung – Aksi demonstrasi yang dilakukan di depan gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar diwarnai kericuhan. Massa dari Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) terlibat bentrok dimulai dengan aksi saling dorong hingga berujung saling pukul dan tendang.

Hal itu terjadi saat massa membakar ban di depan gerbang Kejati sebagai simbol membakar mafia hukum. Sebelumnya, sempat terjadi dorong-dorongan antara massa dan polisi, namun hanya sesaat.

Kemudian, massa kembali menambah ban yang dibakar hingga api dan asap hitam semakin besar. Ban yang dibakar disimpan diantara barisan polisi dan massa. Jarak antara polisi dan massa hanya 2 meter saja.

Massa berteriak dan bersorak-sorak meminta bertemu dengan Kepala Kejati Jabar. “Turun, turun, turun Kajati. Turun Kajati sekarang juga,” ujar massa berulang-ulang.

Hingga kemudian, ada salah satu demonstran entah sengaja atau tertendang sehingga ban yang terbakar jaraknya makin dekat dengan polisi. Massa juga semakin dekat saling dorong-dorong untuk merangsek masuk ke dalam gerbang yang dikunci.

Hingga akhirnya bentrok pun tak terhindarkan. Bahkan ban yang tengah terbakar pun berantakan. Polisi menarik beberapa demonstran yang dianggap memprovokasi. Ban yang dibakar pun disiram dengan air.

Kondisi kembali kondusif setelah massa maupun polisi menenangkan diri.

“Ingat, kita ke sini untuk berurusan dengan Kejati, bukan dengan polisi,” ujar Opan Hambali, Presiden KMRT.

Perwakilan massa telah diizinkan massa untuk diterima namun mereka menolak karena bukan Kepala Kejati yang akan menemui mereka.

Hingga saat ini aksi masih berlangsung. Dimana massa masih meluapkan kekesalan pada Kejati Jabar.

(tya/ern)